Akhir-akhir ini udara di DKI Jakarta semakin memburuk. Pengukuran indeks kualitas udara menurut AQAir, Jakarta menempati peringkat ketiga sebagai kota kualitas udara terburuk di dunia dengan kualitas udara yang mencapai 161, termasuk kategori udara tidak sehat.
Melihat kondisi seperti ini, Kementerian Dalam Negeri mewajibkan pegawai negeri pemerintahan di Jabodetabek menerapkan sistem kerja Work From Home (WFH) atau kerja dari rumah 50%. Sementara sisanya tetap melakukan Work From Office (WFO) atau kerja dari kantor. Kebijakan ini tertulis dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengendalian Pencemaran Udara pada wilayah Jabodetabek. Penerapan sistem kerja hybrid ini diharapkan dapat mengurangi jumlah kendaraan bermobilitas, hal ini disampaikan Dirjen Administrasi Wilayah Syafrizal ZA. Selain ASN, Kemendagri mendorong pengusaha untuk menerapkan sistem kerja WFH juga.
Menurut Ronny P Sasmita, Analisis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution mengatakan bahwa WFH bukan menjadi solusi untuk mengurangi polusi udara. Bukan untuk mengurangi polusi, WFH justru bisa membahayakan ekonomi. Hal ini berkaca pada data ekonomi seperti awal pandemic covid-19.
Menurut Rommy juga, dampak jika diterapkan WFH akan terlihat pada penurunan produktivitas pekerja dan perusahaan, karena tidak semua jenis usaha bisa dijalankan dari rumah. Menyikapi hal ini, absensi karyawan saat WFH juga bisa berpengaruh pada kinerja dan produktivitas. Oleh karena itu perlunya cara implisit dan eksplisit agar hasil maksimal. Seperti apa? Seperti sistem yang membantu perusahaan untuk mengelola absensi karyawan.
Yuk mulai belajar cara mengelola absensi karyawan WFH anda secara eksplisit dan implisit. Maksud dari eksplisit adalah menunjukkan secara blak-blakan kepada karyawan bahwa anda memonitor mereka. Maksud dari implisit adalah menggunakan cara yang secara tidak langsung anda tetap memperhatikan absensi mereka.
Contoh pengelolaan absensi karyawan WFH secara eksplisit
Cara mengelola absensi secara eksplisit bisa anda terapkan dengan menggunakan sistem aplikasi absensi online. Dari sisi manajemen dapat mengetahui jam kerja karyawan. Karyawan bisa menggunakan scan GPS via ponsel untuk absensi ketika mulai dan selesai bekerja. Jika perusahaan menerapkan jadwal kerja fleksibel, sangat tepat sekali menggunakan aplikasi absensi online.
Dengan menggunakan aplikasi absensi, absensi akan direkap menjadi laporan absensi dan bisa di download / tarik dari mana saja.
Contoh pengelolaan absensi karyawan WFH secara implisit
Menggunakan aplikasi absensi online pun, juga bisa tidak efektif lho! Eits, jika tidak memiliki fitur untuk melaporkan kinerja karyawan selama WFH. Dengan adanya fitur tersebut, karyawan bisa melaporkan progres kerja yang dikerjakan di hari ini juga.
Kesimpulan! Gunakan fingerspot.io sebagai aplikasi absensi online karyawan saat WFH
Mengelola absensi karyawan ternyata juga bermanfaat untuk mempertahankan bahkan meningkatkan produktivitas perusahaan. Fingerspot.io menawarkan fitur-fitur unggulan yang dapat memudahkan karyawan, HRD, dan pemilik usaha.
Selain sebagai sistem absensi, aplikasi ini juga memiliki fitur lain seperti pengajuan cuti & izin, melihat absensi kehadiran secara mandiri dari ponsel. Banyak lagi fitur-fitur yang ditawarkan fingerspot.io. Lebih untung, anda bisa pakai GRATIS!
Sudah tertarik mencoba fingerspot.io? KLIK DISINI
English
Indonesia