7 Strategi Jitu Agar Bisnis Tahan Krisis Di Era Pandemi


7 Strategi Jitu Agar Bisnis Tahan Krisis Di Era Pandemi

Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung begitu lama memukul bisnis di berbagai skala dan jenisnya. Mulai dari UMKM hingga usaha berskala besar hampir tidak ada yang luput dari hantaman virus corona yang hingga kini belum dapat tertangani dengan tuntas. Di sepanjang tahun 2020 saja tercatat data yang mengenaskan dimana sebanyak 30 juta lebih UMKM bangkrut. Bahkan menurut Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), Ikhsan Ingratubun, di masa itu pekerja juga terpaksa mengalami pengurangan sebanyak 7 juta orang, dengan sektor usaha yang paling terdampak adalah pariwisata dan restoran.

Sebuah kenyataan di dunia usaha yang begitu menyedihkan ini masih berlangsung hingga sekarang. Meski sudah banyak bisnis yang mulai bangkit, namun belum bisa pulih 100%.

Dalam kondisi krisis yang masih terpuruk Covid-19 ini, apapun skala dan jenis usahanya, semua pelaku usaha wajib untuk lebih gesit dalam melakukan berbagai strategi agar mampu bertahan bahkan meningkatkan kinerja bisnisnya.

Bingung mau mulai dari mana? Berikut strategi bisnis tahan krisis di era pademi yang bisa kamu ikuti.

 

STRATEGI BISNIS DI SEGALA JENIS DAN SKALA AGAR TAHAN KRISIS SAAT PANDEMI

Berdasarkan hasil riset dan beberapa pendapat tokoh serta pengamatan di lapangan, terdapat beberapa strategi jitu yang terbukti mampu mengangkat dunia usaha di era pandemi covid-19. Beberapa strategi berikut bisa dicoba untuk diterapkan sebagai upaya memulihkan usaha di tengah krisis pandemi yang berkepanjangan ini, yaitu:

  1. Go Digital
    Usaha yang mampu bangkit di masa pandemi banyak dikarenakan telah melakukan transformasi bisnis, seperti dengan cara mengubah model bisnis atau membuka lapak online. Selama tahun 2021 tercatat peningkatan penguna lapak online dari yang semula hanya 1 juta user menjadi 5 juta user hanya dalam kurun waktu satu tahun saja. Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), Ikhsan Ingratubun, menyampaikan bahwa UMKM yang berpindah dari layanan tradisional ke online mengalami peningkatan.

    Disamping itu, tentukan dimana target pasarmu berada, apakah mereka aktif di media sosial, mesin pencari digital, ataukah marketplace. Gunakan platform-platfom tersebut untuk mengoptimasi bisnis.

    Ini adalah saat yang tepat bagi semua bisnis untuk melakukan transformasi digital. Mulai dari perangkat, media, marketing tools, semua harus mengarah pada transformasi digital.
     
    1. Perangkat Digital
      Transformasi digital pada bisnis berkaitan erat dengan pemanfaatan teknologi digital dalam bentuk perangkat lunak atau software atau yang umum pula disebut dengan aplikasi. Seperti Fingerspot.iO yang mampu mendukung ketahanan bisnismu di segala kondisi. Berbagai fitur andalannya mampu memberikan manfaat menyeluruh baik untuk konsumen, perusahaan hingga karyawan. Perhatikan dengan baik, dalam kondisi apapun terlebih saat pandemi, perusahaan harus menjaga dan meningkatkan produktivitas karyawan karena termasuk salah satu faktor krusial untuk menjaga ketahanan bisnis.
       
    2. Pemasaran Digital (Digital Ads & Social Media)
      Telah banyak unit usaha yang merasakn vitas penggunaan iklan berbasis digital seperti Youtube Ads, Facebook Ads, dan Google Ads dalam meningkatkan brand awareness, serta menjangkau konsumen lebih luas. Hal ini pun patut dicoba. Apalagi berdasarkan hasil riset tentang penggunaan media sosial di Indonesia diketahui bahwa setiap harinya masyarakat Indonesia rata-rata menghabiskan waktu lebih dari tiga jam untuk beraktivitas di media sosial.

      Salah satu contoh perusahaan yang berhasil menerapkan metode ini adalah perusahaan yang dipimpin oleh motivator besar sekaligus penulis buku ‘Financial Revolution di Indonesia’, Tung Desem Waringin, yang kembali mendapatkan medali emas dari Facebook Indonesia karena berhasil memenangkan kategori Optimasi Iklan secara Optimal dan sesuai dengan best practice Facebook di kuartal pertama 2021.

      Selain itu, optimalkan juga pemasaran digital dengan menggunakan jasa influencer. Kolaborasi dengan influencer merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan agar produkmu bisa diketahui banyak orang. Perhatikan, penggunaan influencer ini sebaiknya jangan hanya untuk meningkatkan brand awareness, namun juga untuk tujuan meningkatkan penjualan, dan image positif produkmu.
       
    3. Lapak Online (Marketplace & E-Commerce)
      Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, transaksi jual beli online di Indonesia mengalami peningkatan luar biasa semenjak adanya arahan social & physical distancing dari pemerintah. Melakukan belanja online kini menjadi pilihan favorite konsumen untuk memenuhi kebutuhan di masa pandemi. Jual produkmu di berbagai platform marketplace & e-commerce yang ada saat ini.

       
  2. Memberikan Layanan Pesan Antar
    Di tengah pandemi, banyak unit usaha dari berbagai skala dan jenis usaha yang memberlakukan sistem layanan pesan antar. Berdasarkan hasil riset Nielsen berjudul ‘Understanding the Online Food Delivery market & GoFood’s Leadership in Indonesia’ didapati data bahwa 95% masyarakat lebih memilih layanan pesan antar untuk membeli aneka kuliner.

    Kini, layanan pesan antar tak hanya ramai dilakukan oleh usaha kuliner, namun terbukti efektif untuk penjualan aneka produk kebutuhan sehari-hari. Manfaatkan nomor telepon, layanan pesan singkat, hingga aplikasi digital untuk memberikan layanan pesan antar yang memudahkan konsumen untuk mendapatkan produkmu.

     
  3. Inovasi dan Kreativitas
    Membuat produk yang relevan serta bermanfaat terutama di masa pandemi seperti saat ini sangatlah penting. Kini orang lebih banyak menghabiskan uangnya untuk sesuatu yang bermanfaat dan sesuai untuk kebutuhan inti dalam kehidupan sehari-hari daripada sekedar untuk memenui hasrat. Kombinasikan produk yang sudah ada dengan produk atau layanan baru yang sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini, atau ciptakan produk yang relevan dengan market baru.

    Kita pun bisa belajar dari salah satu pebisnis yang mampu bertahan di masa pandemi seperti Edward D. Untuk bisa bertahan, CEO Zode, Edward D, mengatakan bahwa sebuah bisnis harus terus melakukan inovasi dan tanggap terhadap kebutuhan market online sehingga pelanggan makin loyal terhadap produk.

    Apapun kondisinya, teruslah berinovasi dan asah kreativitas dalam usaha. Seperti yang pernah disampaikan pula oleh Konsultan Manajemen PPM, Yanuar Andrianto, bahwasannya inovasi dan kreativitas menjadi kata kunci sukses di era digital dan pandemi covid-19.

     
  4. Mengetahui dan Menguasai Nilai Keunikan Produk yang Dimiliki
    CEO Zode, Edward D, juga menyampaikan bahwa dalam mempertahankan bisnisnya harus memiliki kemampuan untuk mengetahui dan menguasai nilai keunikan dari produk yang dikeluarkan. Hal ini otomatis menjadi identitas dari brand yang dikembangkan sehingga bisa lebih menyatu dengan konsumen
     
  5. Mengambil Hati Pelanggan 
    Konsultan Manajemen PPM, Yanuar Andrianto menilai bahwa bisnis online dan offline bisa bertahan apabila berhasil mengambil hati pelanggan. Hal ini berkaitan pula dengan strategi digital, dimana bisnis yang melakukan strategi digital akan memiliki daya saing sehingga mampu bertahan dan memiliki keterikatan customer atau memenangkan hati pelanggan. Perusahaan yang tidak adaptif akan hilang begitu saja. Jika perusahaan mampu mempertahankan customer, maka akan mampu untuk tetap berada di ekosistem bisnis.

    Di sisi lain, CEO Zode, Edward D, juga menjelaskan bahwa pelaku usaha harus cekatan dalam menangani keluhan dari para pelanggan. Layanan purna jual seperti ini akan memunculkan nilai baik untuk meningkatkan loyalitas konsumen terhadap suatu produk.

    Selain itu, kamu juga bisa menggunakan aplikasi Fingerspot.iO  untuk mengambil hati pelanggan, seperti fitur suhu tubuh yang dapat digunakan untuk meyakinkan dan memberikan rasa aman bagi konsumen yang akan membeli produk atau layanan secara langsung atau onsite.

     
  6. Belajar dari Kompetitor
    Tahukah kamu, bahwa keberadaan kompetitor pun juga dapat menjadi salah satu unsur penting dalam strategi ketahanan bisnis. CEO Zode, Edward D, tak segan untuk belajar dari kompetitor, baik terkait kesalahan yang dilakukan oleh kompetitor maupun kesuksesan yang diraih oleh kompetitor, karena baginya, kompetitor merupakan salah satu guru yang memiliki banyak hal untuk dipelajari.

     
  7. Promosi Menarik
    Mengkombinasikan produk yang dijual dengan promo yang menarik selalu layak dilakukan di berbagai kondisi. Sebagai contoh, di masa pandemi seperti saat ini, bisa melakukan promosi dengan cara memberikan bonus masker dan hand sanitizer yang dikemas sesuai dengan packing merek produkmu.

 

Semoga informasi tentang 7 strategi jitu ini bisa bermanfaat untuk membantu bisnismu agar lebih tahan krisis di masa pandemi seperti yang sudah dirasakan oleh para pelaku bisnis lainnya ya..

Fingerspot, 19 Aug 2021 | Posted in TAG 1, TAG 2