4 Julukan Kota Medan, Sudahkah Anda Tahu?


Horas… Kawan, kota Medan merupakan kota terbesar nomor 3 di Indonesia lho. Hal ini dikutip dari buku Learn Indonesian Level 5 Advanced. Kota Medan juga memiliki berbagai ciri khas dan hal-hal menarik yang menjadikan kota ini mendapat berbagai julukan. Apa saja julukannya? Baca artikel ini ya...

Julukan Kota Medan

  1. Kota Pedagang

Sejak abad ke-11, kota Medan sudah terbukti sebagai pusat perdagangan. Bukti ini ditemukan mulai dari koin Cola, koin Sinhala, dan koin China dari beraneka dinasti yang saat ini tersimpan di Museum Situs Cotta Cinna, Marelan. Selain koin, ada juga bukti lainnya yang menyatakan bahwa kota Medan adalah kota yang digunakan untuk melakukan transaksi perdagangan. Beberapa bukti lainnya : ratusan ribu tembikar, keramik, dan manik-manik dari India dan negara lainnya.

2. Kota Melayu Deli

Sebelum Perang Dunia II, dahulu di Medan terdapat Kesultanan Deli yang memegang kekuasaan. Sebenarnya saat ini pun Kesultanan Deli ini masih berdiri, namun tidak lagi berkuasa seperti dulu. Adanya Kesultanan Deli membuat kota Medan memiliki nilai historis yang sangat kuat. Inilah alasan mengapa kota Medan mendapatkan sebutan Kota Melayu Deli.

3. Kota Ketua

‘Assalamu’alaikum ketua! Apa kabar hari ini ketua?’ Bagi kawan yang berada di kota Medan pasti sering banget mendengar kata-kata ketua seperti ini. Karena hal ini, kota medan disebut dengan Kota Ketua. Menurut Akademisi dari Jurusan Komunikasi Universitas Medan Area (UMA), Ara Auza, memberikan penjelasan terkait kata ketua ini. Menurutnya belum ada kajian khusus tentang bahasa Medan di ruang lingkup ilmu komunikasi. Menurut beliau, ‘ketua’ dapat dikaitkan dengan bahasa daerah. Ara berpendapat, kata ketua ini bermakna orang yang memiliki pengaruh. Selain itu, kata ketua itu sebagai pesan persahabatan dan lain sebagainya.

4. Paris Van Sumatra

“Mak, ini bukan ecek-ecek lagi. Sekarang ini kita sudah berada di Paris. Khan Medan sudah disebut-sebut sebagai Parijs van Sumatra. Ayo Mak, cobalah baret ini.” Sepenggal kata-kata tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Daoed Joesoef tentang baret Perancis di Medan yang saat sedang tred pada tahun 1930-an. Parijs van Sumatra? Ya, itulah sebutan untuk kota Medan. Kenangan akan julukan Parijs van Sumatra ini merupakan fakta sosial yang merekam jejak perubahan dan kesinambungan mentalitas masyarakat Medan. Oleh karena itu, apapun kenangan tentang kota Medan di masa lalu sebagai rujukan untuk menata kota sebagai karya terbesar manusia dalam evolusi peradaban demi mencapai otonomi diri melalui ekstrapolasi.

 

Itu tadi kawan 4 julukan untuk kota Medan, kota terbesar ke-3 yang ada di Indonesia. Selain memiliki banyak julukan, kantor Fingerspot juga ada di kota ini lho. Bagi Anda yang sedang berada disana, dan sedang membutuhkan mesin absensi & sistem personalia, jangan lupa untuk berkunjung ke kantor kami Fingerspot Medan yang beralamatkan di Komplek Merbau Mas No.54 Kel. Sekip Kec. Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara. Anda juga bisa appointment dengan tim kami yang ada di sana sebelum datang ke kantor melalui whatsapp : 0811-6366-353.

Fingerspot, 18 Oct 2023 | Posted in TAG 1, TAG 2
Gift Voucher