Cegah Burnout Syndrome, Performa Kerja Meningkat


Cegah Burnout Syndrome, Performa Kerja Meningkat

Pernahkah anda merasakan bahwa pekerjaan yang anda tekuni sehari-hari menguras emosi? Merasa lelah saat bangun pagi dan membayangkan beratnya pekerjaan? Mulai kurang energik dalam bekerja? Jika iya, maka itu pertanda bahwa anda sedang mengalami burnout syndrome. Dilansir dari majalahkesehatan.com, burnout diartikan sebagai sindrom dimana seorang karyawan merasa kecewa, lelah dan tidak tertarik lagi dengan pekerjaan. Burnout syndrome adalah suatu kelelahan fisik, mental, dan emosional akibat dari stress yang diderita dalam jangka waktu yang lama.

Seseorang dengan burnout syndrome akan mengalami berbagai macam gangguan dalam 3 aspek, yaitu emosional, depersonalisasi, dan pencapaian prestasi diri. Hal ini ditunjukkan oleh berbagai gejala seperti rasa didayagunakan secara berlebihan di jam kantor, lelah dan frustasi dalam bekerja, merasa bekerja dengan terlalu keras, timbul rasa tidak peduli, tidak peka terhadap lingkungan sekitar, tidak mampu menyelesaikan masalah secara efektif bahkan cenderung emosional dalam menyelesaikan masalah. Burnout syndrome akan menurunkan performa kinerja karyawan dan merugikan perusahaan itu sendiri bila tidak segera diatasi.

Berikut adalah tips untuk menghindari burnout syndrome.

1. Hindari work overloaded

Pekerjaan yang melebihi kapasitas dan keterbatasan waktu menyebabkan efisiensi kerja berkurang. Karyawan akan mengalami penurunan kualitas dan daya kreativitas yang pada akhirnya akan menyebabkan burnout.

2. Lack of work control

Aktualiasasi diri sangat diperlukan dalam diri manusia. Tiap karyawan memiliki cara berpikir, mengambil keputusan, dan keterbatasannya masing-masing, namun terkadang aturan pekerjaan yang terlalu ketat menyebabkan para karyawan tidak memiliki kesempatan untuk berinovasi dan membuat pilihan. Hal ini memicu timbulnya rasa stress dalam diri karyawan dan mencetuskan burnout.

3. Rewarded of work

Manusia memang mempunyai 5 kebutuhan dasar, salah satunya adalah kebutuhan akan harga diri. Karyawan yang diberikan apresiasi atas apa yang mereka raih akan memberikan kesan positif dan rasa semangat dalam meningkatkan prestasi kerja.

4. Hindari breakdown in community

Ciptakan lingkungan kerja yang nyaman, keharmonisan antar rekan kerja, budaya kerja yang saling menghargai, adanya quality time dengan rekan kerja akan memberikan dukungan sosial yang baik untuk karyawan dan memberikan rasa saling ingin membantu. Namun pada era masa kini, smartphone sering menjadi salah satu penghalang dalam meningkatkan rasa sosial seseorang.

5. Treated fairly

Adanya perlakuan tidak adil seperti kurang menghargai dan kurang menerima pendapat merupakan salah satu faktor pencetus burnout. Karyawan akan merasa tidak percaya dengan lingkungan kerjanya saat terjadi ketidakadilan.

6. Dealing with conflict values

Berikan budaya kerja yang sesuai dengan nilai, kepercayaan, rasa integritas yang tinggi, dan saling menghormati dalam lingkungan kerja. Hal ini akan membuat karyawan melakukan pekerjaan sesuai dengan nilai yang dianut dan meningkatkan efisiensi kerja.

Hal-hal diatas adalah tips untuk mencegah burnout demi meningkatkan improvement karyawan. Selain itu, mengelola pekerjaan dan membuat prioritas masalah, menjaga pola hidup seimbang, dan mengurangi stress dengan berlibur juga dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan burnout. Perusahaan sudah seharusnya memberikan tindakan pencegahan burnout syndrome dan memberikan dorongan kepada karyawan untuk meningkatkan potensi yang dimiliki. Performa kinerja yang meningkat akan memberikan manfaat berupa prestasi bagi karyawan dan output kinerja terbaik untuk perusahaan.

Fingerspot, 14 Dec 2016 | Posted in TAG 1, TAG 2