Asal Usul Kota Balikpapan dan Makanan Khas yang Wajib Dicoba


Asal Usul Kota Balikpapan dan Makanan Khas yang Wajib Dicoba

Balikpapan adalah kota di Kalimantan Timur yang menjadi sentra perekonomian terbesar di seantero Kalimantan. Dalam hikayat populer yang menceritakan asal usul kota ini, Sultan Kutai meminta 1.000 lembar papan sebagai sumbangan bahan bangunan untuk membangun Istana Baru Kutai Lama. Namun, dari 1.000 lembar papan yang diminta oleh Sultan Kutai hanya 10 lembar yang kembali ke Jenebora. Karena hal tersebut, sepanjang wilayah Teluk Balikpapan tepatnya di Jenebora disebut Balikpapan. Kemudian, dalam legenda lain diceritakan seorang putri raja bernama Petung yang masih balita diikat di atas beberapa lembar papan dalam keadaan berbaring agar putrinya tidak jatuh ke tangan musuh. Saat terbawa arus dan diterpa gelombang menyebabkan papan tersebut terbalik sehingga terdampar di tepi pantai dan ditemukan oleh seorang nelayan. Dari kejadian inilah daerah ditemukannya Putri Petung dari Kerajaan Pasir disebut Balikpapan.

Meski sering dianggap sebagai kota dengan biaya hidup termahal se-Indonesia, kota ini juga terkenal sebagai penghasil minyak besar. Kota Balikpapan adalah pintu gerbang Kalimantan Timur, bandar udara, dan pelabuhan internasional. Tidak heran kalau Balikpapan menjadi pintu masuk dan keluar berbagai aktivitas perekonomian dan lainnya. Yang tak kalah menarik adalah santapan kuliner khasnya yang sangat menggugah selera makan. Mau tahu apa saja makanan khas Balikpapan yang wajib dicoba? Ayo, baca selengkapnya di bawah ini!

1. Roti mantau

Roti mantau memiliki bentuk menyerupai bakpao. Namun, roti mantau tidak berisi apa-apa seperti bakpao yang bisa berisi daging, cokelat, stroberi dan isian lainnya. Murni roti biasa yang diolah dari bahan tepung terigu yang bertekstur dan rasanya lembut. Biasanya roti mantau dinikmati dengan cara dicocol saus balado atau saus lada hitam. Sebenarnya roti mantau adalah makanan khas Tionghoa, karena terjadi akulturasi akhirnya menjadi makanan khas Balikpapan.

2. Kerupuk Amplang

Sekilas terdengar mirip dengan kerupuk kemplang khas Palembang. Yang berbeda, kerupuk amplang dibentuk panjang atau kotak tidak sempurna. Sedangkan kemplang berbentuk bulat. Kerupuk amplang ini terbuat dari ikan belida dan sering dijadikan oleh-oleh utama bagi para wisatawan karena rasanya gurih. Dijamin rasanya bikin ketagihan.

3. Nasi Bakar Seafood

Nasi bakar seafood merupakan makanan khas Balikpapan yang sangat populer. Nasi bakar dari Balikpapan ini sangat menggoda lidah karena diisi dengan olahan ikan, kepiting, udang serta bumbu yang kaya akan cita raza. Pasti Anda sudah terbayang bagaimana lezatnya makanan ini. Makanan khas satu ini sangat praktis sehingga mudah dibawa kemana-mana.

4. Mie Hijau Sepinggan

Jangan sampai kalian melewatkan mie hijau sepinggan khas Balikpapan. Mie yang disajikan benar-benar berwarna hijau. Mengapa demikian? Warna hijau tersebut diperoleh akibat proses perebusan mie dengan sawi hijau. Agar lebih lezat, mie hijau ini dihidangkan bersama kepiting atau taburan ayam. Rasa mie hijau ini berbeda dengan mie lainnya karena dibuat tanpa campuran MSG, pengenyal atau pengawet sehingga lebih segar juga nikmat.

5. Bubur Gunting

Walaupun nama makanan ini terdengar unik, sebenarnya tidak ada yang aneh dari makanan ini. Bubur gunting adalah bubur biasa yang dibuat dari tepung ketan, air kapur sirih, garam, serta air daun suji. Dinamakan bubur gunting karena proses pengguntingan adonannya. Adonan bubur yang sudah dibentuk panjang, digunting berbentuk serong. Setelah itu, adonan yang telah digunting direbus bersama santan, garam dan gula merah. Bubur gunting ini rasanya manis dan lebih nikmat jika dihidangkan selagi hangat.

Kalau Anda berencana membuka kantor di Balikpapan, jangan lupa kunjungi kantor cabang Fingerspot Balikpapan yang siap melayani kebutuhan Anda dalam meningkatkan kedisiplinan di perusahaan, tempat usaha, dan sekolah. Tersedia berbagai jenis mesin absensi biometrik yang mudah, murah, inovatif dan berkualitas.  

Fingerspot, 11 Oct 2018 | Posted in TAG 1, TAG 2